Site Loader

Kota yang juga biasa disebut Warsawa ini memang belum terlalu popular sebagai tujuan wisata turis-turis Indonesia maupun mancanegara. “Tapi kotanya jelek ya? Banyak copet? Kumuh gitu kah kak?”

Waduh, salah besar nih kalian.

 

Kota ini ceritanya hancur lebur semenjak peristiwa Warsaw Uprising tahun 1944 (iya, hampir sama seperti tahun merdekanya Indonesia), tetapi hal tersebut tidak menjadi hambatan bagi Polandia untuk membangunnya lagi, tentunya dengan dibantu sekutu dan juga negara yang kalah dalam perang dunia kedua. Orang-orang Polandia yang saya temui di jalan pun sangat ramah dan sangat membantu, terutama jika kamu tersesat atau ingin bertanya jalan, dan saya tidak merasa tidak aman selama saya ada di sana, apalagi jika dibandingkan dengan kota-kota yang terkenal di Eropa ya. Nah, itu hanya sedikit cuplikan mengenai kota ini, sekarang, apa sih yang menarik dari kotanya?

  1. Makanannya

Bagi kita orang Indonesia, makanan Eropa biasanya terasa agak terlalu hambar dan cenderung tidak ada rasanya kan? Nah, jangan salah, makanan Polandia ini enak-enak lho. Resep masakannya biasanya dipertahankan turun temurun di keluarga mereka dari awal tahun 1900-an, dan makanan Polandia yang paling terkenal adalah: Pierogi. Pierogi ini seperti pangsit atau dumpling yang biasanya berisi caramelized cabbage dan jamur; daging; bayam dan keju feta; atau bahkan ada yang berisi kentang. Pierogi ini dijual di hampir semua restoran tradisional Polandia di Warsaw, tapi ada restoran franchise yang sangat terkenal di sana yang bernama Zapiecek. Restoran ini sering disebut-sebut sebagai McDonalds-nya Polandia nih. Kalau kamu ke sana, jangan lupa pesan juga kompot atau minuman sari buah khas Polandia. Total biaya makan untuk 1 orang cuma 8 Euro, itupun pieroginya bisa sharing untuk 2 orang. Murah kan? Dekorasi restorannya juga lucu dan membuat kamu merasa seperti ada di rumah nenek-nenek Polandia. Ayo, siapa mau coba?

Kalau kamu mau coba makanan lain selain di restoran, atau yang lebih murah seperti warga lokal sana, kamu bisa juga makan di Bar Mleczny atau Milk Bar yang ada di sekeliling Warsaw. Salah satu yang paling terkenal di Warsaw adalah Prasowy. Tapi memang biasanya mereka tidak menyediakan menu bahasa Inggris, jadi kamu harus siap-siap google translate atau pakai bahasa tubuh untuk tunjuk-tunjuk menu yang mau kamu pilih. Menunya biasanya sama dengan di restoran, tetapi harganya lebih murah. Makan untuk satu orang berkisar hanya 3-5 euro saja. Menarik bukan?

Milk Bar Prasowy

 

  1. Sejarahnya
Museum Warsaw Uprising

Memang biasanya turis Indonesia kurang tertarik sama sejarah, tapi Polandia ini adalah negara yang babak belur diserang Jerman dan Rusia pada perang dunia kedua. Tentunya bangsa mereka tidak mau dong kalau hal itu dilupakan begitu saja, terutama di Warsaw, di mana kota tersebut hancur sampai tanah sampai mereka harus membangun semuanya lagi dari nol. Di Warsaw ini memang ada daerah Kota Tua / Old Town-nya, tetapi bangunan-bangunan yang ada di sana semuanya dibangun setelah tahun 1945 (meskipun desainnya mengacu pada bangunan yang dulunya pernah ada).

Royal Palace dan pertunjukan laser di bulan Januari

Karena pembangunan dimulai dari nol tadi juga, jadinya Warsaw mempunyai daerah perkantoran di tengah kota yang jauh lebih modern jika dibandingkan dengan kota-kota besar lain di Eropa. Banyak bangunan yang berdesain modern sehingga kesan ‘kota kuno’ kurang cocok disematkan di kota kelahiran Chopin, pianis klasik yang terkenal itu lho. Oh iya, kalau kalian kebetulan adalah penggemar musik Chopin, di taman Lazienski di Warsaw sering diadakan konser gratis lagu-lagu Chopin oleh para penggemarnya, biasanya terletak di depan patung Chopin yang terletak di taman Lazienski tersebut. Taman ini gratis untuk dikunjungi, dan juga punya banyak spot-spot cantik untuk berfoto sampai untuk menyendiri dan membaca buku di udara yang cerah.

     

Patung Chopin

Nah, kalau kalian ternyata ingin tahu lebih lanjut mengenai apa sih yang terjadi di tahun 1944 di Warsaw, kalian bisa juga datang ke museum Warsaw Uprising. Tenang aja, museum ini nggak kuno dan membosankan kok, justru kalian akan merasa seperti sedang di game Escape Room karena musiknya dibuat seolah-olah kalian sedang ada di zaman perang waktu itu. Tiketnya hanya sekitar 5 euro, dan dijamin kalian akan tahu sedikit lebih banyak tentang sejarah Polandia dengan instalasi yang menarik, informatif dan juga interaktif.

 

  1. Murahnya!

Nah, ini dia yang ditunggu-tunggu. Sebelumnya kan sudah dibahas kalau mau makan di luar pun biayanya masih terjangkau di kantong. Kalau transport dan lain-lainnya gimana nih kak? Wah, jangan khawatir, tiket untuk keliling Warsaw zona 1 selama 24 jam hanya seharga 4 euro, atau 9 euro untuk 72 jam / 3 hari. Tiket itu sudah bisa untuk dipakai naik bis, metro dan tram, tapi jangan lupa di-validasi ya saat kalian naik kendaraan umum. Gimana, harganya terjangkau kan?

Tiket 24 jam

Sedikit tips mengenai uang, di Polandia ini kamu bisa menggunakan kartu kredit di banyak tempat, tetapi untuk kamu yang lebih senang pakai cash, mereka tidak menggunakan mata uang Euro loh. Mata uang Polandia namanya Polish Zloty, dan kalau kamu mau menukar uang, carilah tempat tukar uang atau “Kontor” yang terletak di tengah kota saja ya, jangan yang di Airport / Stasiun karena biasanya rate-nya lebih mahal. Sebagai common courtesy, kalau mau menukar uang, kalian cek dulu berapa kursnya di xe.com / google, lalu kalian bandingkan dengan harga yang diberi oleh kantor exchange tersebut. Memang pasti jumlahnya berbeda karena mereka akan mengambil sejumlah komisi, tapi dengan mengecek kursnya kamu bisa tahu apakah selisihnya sadis atau tidak.

Kontor, tempat penukaran uang

Nah terakhir, kalau mau menginap murah, di Kamar Pelajar aja! Sudah murah, nyaman, bisa tambah teman lagi. Tunggu apa lagi, yuk liburan ke Warsaw!

Vidi Ratnafury

One Reply to “Jalan-jalan Murah dan Bersejarah ke Warsaw, Polandia”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *